Mengimplementasikan Nilai-Nilai Trilogi Nusa Putra Dalam Kehidupan Sehari-Hari

 Hai saya Idris Fauzan,pada blog ini saya akan membagikan pengalaman dari nilai-nilai yang terkandung dalam Trilogi Nusa Putra.

Universitas Nusa Putra memiliki nilai-nilai luhur yang harus dipegang teguh dan dijunjung tinggi oleh semua insan Nusa Putra. Nilai-nilai luhur ini kita sebut sebagai Trilogi Nusa Putra, yang dimana menjadi ajaran bagi setiap mahasiswa dan seluruh civitas akademiknya untuk mengutamakan setiap nilainya, yang diantaranya :

1.Amor Deus (Cinta Kasih Tuhan)

Dikutip dari website nusaputra.ac.id menjelaskan cinta kasih Tuhan merupakan ”Sebagai anugerah cahaya insan Nusa Putra untuk tetap menjalankan syariat agama, beragama merupakan kebutuhan dan cinta kita kepada Tuhan, bukan lagi sebagai kewajiban.”

Saya sebagai muslim meyakini bahwa cinta kepada tuhan menjadi hal utama dan menjadi pondasi untuk kehidupan kita, ketika kita sudah berhubungan baik dengan tuhan, maka bisa dipastikan kita bisa berhubungan baik dengan makhluk ciptaan tuhan. Konsep dalam mencintai tuhan yaitu bagaimana manusia berhubungan dengan Sang Pencipta dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi larangannya. Cinta kasih kepada tuhan ini dilaksanakan melalui ibadah, hidup manusia di dunia pada hakikatnya adalah hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Pada nilai ini, hal yang saya lakukan untuk meningkatkan cinta saya kepada Allah SWT yaitu dengan terus belajar memperdalam ilmu agama, dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

2.Amor Parentium (Cinta Kasih Orang Tua)

Trilogi kedua yaitu cinta kasih kepada orang tua merupakan Sebagai kekuatan insan Nusa Putra untuk menjaga ajaran dan nilai-nilai luhur rasul, leluhur, kedua orang tua dan guru-guru kita serta orang orang soleh sebelum kita (Website nusaputra.ac.id). cinta terhadap orang tua merupakan cinta setelah cinta kepada Allah dan Rasulullah sehingga pengertian cinta terhadap orang tua itu sendiri bagaiman kita sebagai soerang anak bersikap baik dan mematuhi perintahnya dan tidak durhaka kepadanya. Tugas kita sebagai seorang anak yaitu patuh kepda orang tua, dan bagaimana caranya kita bisa membahagiakan mereka. Orang tua bagaimanapun keadannya, mereka selalu berusaha untuk kita anaknya, hal ini seperti yang saya alami ketika ibu saya akan melakukan operasi pada matanya, walaupun beliau khawatir akan proses operasinya, namun beliau lebih mengkhawatirkan anak-anaknya karena takut merepotkan. Saya menyadari kecintaan saya masih berbanding jauh jika dibandingkan dengan kasih sayang beliau.

3.Amor Concervis (Cinta Kasih Sesama)

Nilai trilogi yang ketiga yaitu cinta kasih sesama, mengutip dari website nusaputra.ac.id menjelaskan ”Sebagai pengikat insan Nusa Putra untuk menjalani hidup berdampingan secara damai dalam menyikapi setiap perbedaan, karena Tuhan berkehendak atas adanya perbedaan itu sendiri”.  

Dalam sebuah hadis menerangkan bahwa keimanan seseorang dapat dikatakan sempurna apabila ia bisa mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, sepanjang dalam hal kebaikan. Saudara yang dimaksud disini tidak terbatas hanya saudara kandung, saudara seayah atau seibu, akan tetapi lebih luas lagi mencakup saudara sesama manusia. Dalam hal ini menurut saya selain kita harus tolong menolong antar sesama, hal lain yang paling penting dalam nilai cinta kasih pada sesama yaitu tetap menjaga tali siaturahmi, karena dengan hal ini kita bisa mengetahui bagaimana keadaan saudara kita dan kita bisa mempererat hubungan. 











Komentar